Jumat, 20 Januari 2012

jaringan hewan


JARINGAN HEWAN
Salah satu bagian penyusun tubuh berupa otot dan tulang. Otot dan tulang yang memberikan bentuk pada tubuh hewan itu tersusun atas jaringan yang berbeda-beda bergantung pada fungsi dan strukturnya. Demikian pula bagian penyusun tubuh yang lain, tiap-tiap bagian tersusun atas beberapa jaringan. Adapun jaringan hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan pengikat/penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf.
Jaringan hewan tersusun dari sel-sel matriks ekstraselular.Berdasarkan struktur jaringan dan fungsi utamanya, kita dapat membedakan keempat jaringan dasar hewan seperti berikut.
Jaringan
Sel
Matriks Ekstraselular
Fungsi
Jaringan Epithelium
Kumpulan sel bersegi banyak
Sedikit
Melapisi permukaan atau rongga tubuh, sekresi bahan-bahan kelenjar
Jaringan Penyokong/ikat
Beberapa tipe sel yang menetap atau berpindah-pindah
Banyak sekali
Sebagai penyokong dan pelindung
Jaringan otot
Sel kontraktil yang memanjang
Cukup banyak
Sebagai alat gerak aktif
Jaringan saraf
Rangkaian tonjolan sel yang memanjang
Tidak ada
Menyampaikan impuls/ rangsang saraf

Ø JARINGAN EPITHELIUM
v  Epithelium tumbuh/berkembang dari salah satu lapisan ekstra embrionik eksoderm,endoderm atau mesoderm.
v  Epithelium merupakan jaringan yang terbentuk oleh sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih seperti membrane menutupi permukaan luar atau melapisi rongga tubuh suatu alat.
v  Ciri-ciri epithelium :
·         Disusun oleh sel-sel dan molekul ekstraseluler berbentuk matriks yang berguna untuk mengikat jaringan dengan bagian di bawahnya.
·         Bentuk sel penyusun bervariasi bergantung pada fungsi dan letaknya.
·         Memiliki permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedang permukaan yang lain berhubungan dengan membrane di bawahnya.
·         Tidak terdapat material diantara sel-sel penyusunnya.
·         Berfungsi sebagai penutup dan kelenjar.
·         Beberapa jenis epithel menunjukkan spesialisasi, yaitu berupa tonjolan jaringan  untuk memperluas permukaan, memindahkan partikel asing, atau untuk pergerakan. Bentuk spesialisasi itu berupa mikrovili, stereosilis dan flagella.
·         Sel-sel epithelium terikat satu sama lainnyaoleh zat pengikat (semen) antarsel sehingga hampir tidak ada ruangan antarsel.
·         Sel-sel jaringan epithelium melekat pada lamina basalis yang berfungsi mengikat jaringan dengan bagian di bawahnya.
v  Tipe-tipe Epithelium
A.   Berdasarkan Bentuk dan Jumlah Lapisan Sel
1)    Epithelium Simpleks/Sederhana (terdiri atas satu lapis sel)

No
Jaringan
Letak
Fungsi

1.
Epithelium pipih selapis
-Sitoplasma jernih.
-Inti sel berbentuk bulat terletak di tengah.
-Kapsula Bowman pada ginjal
-Lapisan dalam pembuluh darah dan limfa
-Alveolus paru-paru
-Ruang jantung
-Selaput bagian dalam telinga
-Sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar
-Pelapis bagian dalam rongga dan saluran
-Tempat difusi
-Tempat infiltrasi
2.
Epithelium kubus  selapis
-Sitoplasma jernih atau berbutir-butir.
-Inti sel bulat besar terletak  di tengah.
-Kelenjar air liur
-Retina mata
-Permukaan ovary
-Saluran dari nefron ginjal
-Lapisan pelindung atau proteksi
-tempat penyerapan zat atau absorbs
-Penghasil mucus (lendir) atau sekresi
3.
Epithelium silindris selapis
-Sitoplasma jernih atau berbutir-butir.
-Nukleus berbentuk  bulat terletak di dekat dasar.
-Dinding dalam lambung
-Usus
-Kandung empedu
-Saluran rahim
-Rahim
-Saluran pernapasan bagian atas
-Saluran perceraan
-Lapisan pelindung atau proteksi
-Penghasil mucus(lendir) atau sekresi
-Tempat difusi dan absorbsi zat
-Melicinkan
4.
Epithelium silindris selapis bersilia

-Dalam rongga hidung
-Saluran trachea
-Bronkus
-Dinding dalam saluran oviduk
-Penghasil mucus(lendir) untuk menangkapbenda asing ayang masuk
-Dengan getaran sslia menghalau benda asing yang masuk atau melekat pada mucus
5.
Epithelium silindris berlapis semu
Epithelium ini sebenarnya tersusun atas selapis sel epithelium saja. Namun hanya terdiri atas  sel-sel epithelium batang yang berdekatan satu sama lain dan tidak semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai apithelium berlapis
-Rongga hidup
-Trakhea
-Proteksi
-Sekresi
-Gerakan zat melalui permukaan

2)   Epithelium Kompleks (tersusun oleh beberapa lapis sel)
v  Lapisan sel terbawah yang selalu membelah diri untuk mengganti sel-sel permukaan yang rusak disebut lapisan germinativa.
NO
JARINGAN
LETAK
FUNGSI

1.
Epithelium pipih berlapis
-Kulit (dengan zat tanduk)
-Epidermis
-Rongga mulut
-Esofagus
-Laring
-Vagina
-Saluran anus
-Rongga hidung
v  Lapisan pelindung/ proteksi saluran dalam terhadap pengaruh luar
v  Lapisan pelindung saluran dalam
v  Penghasil mukus
2.
Epithelium kubus berlapis
-Kelenjar keringat
-Kelenjar minyak
-Ovarium pada masa pertumbuhan
-Buah zakar
v  Pelindung
v  Penghasil mucus/lender








3.
Epithelium silinder berlapis
-Lapisan konjungtiva (lapisan yang selalu basah karena lendir).Misalnya pada bagian mata yang berwarna putih
-Dinding dalam kelopak mata
-Laring
-Faring
-Uretra
-Proteksi
-Penghasil mucus
-Gerakan zat melewati permukaan
-Saluran skskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu
4.
Epithelium transisional
-Kandung kemih
-Ureter
-Pelvis ginjal
-Rongga hidung
-Saluran sperma
v  Menahan regangan dan tekanan






B.    Berdasarkan Struktur dan Fungsi
1)Jaringan Epithelium Kelenjar
      Dalam jaringan kelenjar terdapat sel-sel khusus yang mampu menghasilkan getah cair atau secret.Epithelium kelenjar dikhususkan untuk pembuatan,penyimpanan, dan sekresi zat-zat kimia. Semua kelenjar secara embriologis berasal dari jaringan epithelium.
a)    Kelenjar Eksokrin,merupakan kelenjar yang mempunyai saluran pengeluaran untuk menyalurkan hasil sekresinya yang dapat berupa enzim,keringat, dan air ludah.

NO
KELENJAR EKSOKRIN
LETAK
1.
Kelenjar alveolar sederhana
Kelenjar mucus dan kelenjar racu pada kulit katak
2.
Kelenjar alveolar bercabang sederhana
Pada kulit
3.
Kelenjar tubuler sederhana
Kelenjar liberkulin pada dinding usus
4.
Kelenjar tubuler bergelung sederhana
Kelenjar karingat pada kulit
5.
Kelenjar tubuler bercabang sederhana
Kelenjar fundus pada dinding lambung
6.
Kelenjar tubuler majemuk
Kelenjar  brunner pada usus dan kelenjar susu
7.
Kelenjar alveolar majemuk
Kelenjar susu (glandula mammae)
8.
Kelenjar tubule alveolar majemuk
Subsmaksilaris pada rahang bawah
b)   Kelenjar endokrin, merupakan kelenjar yang mempunyai sel-sel sekresi yang khas  dan tidak mempunyai saluran. Contohnya kelenjar tiroid,kelenjar paratiroid, dan kelenjar adrenal.
2)Jaringa Epithelium Penutup
Jaringan ini disebut jaringan epithelium penutup karena berfungsi melapisi permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat di permukaan tubuh permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan  di sebelah dalam saluran yang ada pada tubuh(Misalnya saluran pencernaan dan pembuluh darah).
C.    Berdasarkan  letak terdapatnya terdapat 4 macam epithelium,yaitu :
·         Epidermis, terdapat di permukaan luar tubuh.
·         Endodermis,melapisi rongga dalam tubuh.
·         Endothelium,membungkus organ dalam.
·         Mesothelium,melapisi rongga tubuh.
v  Fungsi epithelium :
·         Pelindung/proteksi jaringan yang ada di bawahnya,  misalnya jaringan epithelium kulit dan selaput rongga mulut.
·         Sebagai kelenjar,yaitu jaringan yang menghasilkan secret
·         Sebagai reseptor disebut epithelium sensori/neuroepithelium.Epithelium sensori biasanya ada di sekitar indra.
·         Pintu gerbang lalu lintas zat,berfungsi melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh.Misalnya :
1.     Pada alveolus paru-paru untukkeluar masuknya zat karbondioksida dan oksigen
2.    Pada jonjot usus untuk penyerapan zat makanan
3.    Pada nefron untuk lewatnya urine.

Ø JARINGAN PENGIKAT ATAU PENYOKONG
v  Jaringan pengikat/penyokong berasal dari lapisan mesoderm.
v  Jaringan pengikat/penyokong merupakan jaringan yang mempunyai serabut untuk menyokong sel-sel pada jaringan tersebut.
v  Komponen jaringan pengikat :
·         Matriks yang tersusun atas serabut dan bahan dasar.
Serabut yang menyusun jaringan pengikat adalah serabut kolagen,serabut elastin,dan serabut reticular.
·         Bahan dasar yang terdiri dari mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat.
v  Sel-sel penyusun jaringan pengikat antara lain fibroblast,makrofag,sel tiang,sel lemak, dan berbagai jenis sel darah putih.
v  Fungsi jaringan pengikat :
-Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.
-Membungkus organ-organ.
-Melapisi rongga diantara organ-organ.
-Menghasilkan imunitas.
-Menyokong jaringan tubuh lain.
v  Macam jaringan pengikat berdasar struktur dan fungsinya :
a.    Jaringan ikat yang sebenarnya,yaitu :
-Jaringan ikat longgar
-Jaringan ikat fibrosa
-Jaringan elastin kuning
-Jaringan lemak/adipose
            b.   Jaringan tulang
                  -Jaringan tulang rawan/kartilago
                  -Jaringan tulang keras/osteon
            c.    Jaringan  Darah

Macam jaringan ikat
Gambar struktur dan komponen penyusunnya
Letak terdapat
Gambar struktur
Deskripsi
1.   Jaringan ikat longgar [areolar]
v  Matriksnya berupa cairan lender yang mengandung berbagai serabut dan sel
v  Serabut dalam matriks : kolagen, elastin, fibriblas, ratikuler.
v  Sel-sel dalam matriks : sel makrofag, sel lemak, sel tiang.
v  Fungsi : membentuk membrane yang membatasi jantung, mengikat kulit dengan jaringan di bawahnya, mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ, membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh, member bentuk organ hati, sumsum tulang, limpa.
v  Di bawah kulit
v  Sekitar pembuluh darah dan saraf
v  Sekitar organ-organ tubuh.
2.   Jaringan tulang keras

v  Matriksnya banyak mengandung senyawa kapur dan pospat
v  Fungsi : membangun rangka tubuh, sebagai alat gerak aktif.



Sel-sel tulang keras disebut osteosit, berada dalam lacuna dan membentuk system havers

3.   Jaringan tulang rawan
v  Matriks terdiri atas zat kondrin yang jernih seperti kanji, mengandung serabut kolagen, elastic dan fibrosa.
v  Sel-sel tulang rawan disebut kondrosit yang berada dalam lacuna.
v  Fungsi : memberi kekuatan, menyokong rangka, membantu pergerakan sendi, memberi fleksibilitas/ kelenturan.
v  Ujung tulang keras
v  Saluran pernapasan [trakhe s/d bronchus]
v  Laring
v  Tulang dada
v  Persendian
v  Ruas-ruas tulang belakang
v  Epiglottis
v  Daun telinga cuping hidung.
4.   Jaringan ikat fibrosa
v  Matriksnya mengandung serat kolagen dan sel-sel kondrosit.
v  Fungsi : memberi sokongan dan proteksi, menhubungkan otot dengan tulang.
v  Menghubungkan tulang dengan tulang.
v  Tendon otot/ujung otot.
v  Ligament yang menghubungkan antar tulang.
v  Simfisis pubis.




5.   Jaringan darah
v  Matriksnya berupa cair disebut plasma darah.
v  Sel darah dalam plasma meliputi sel darah merah, sel darah putih dan sel pembeku.
v  Fungsi : sarana transpor zat, membentuk zat imunitas tubuh, meratakan suhu tubuh, menutup luka
v  Dalam ruang jantung
v  Dalam pembuluh darah arteri, vena, kapiler
6.   Jaringan lemak
v  Jaringannya bersifat longgar
v  Mengandung sel-sel lemak yang berbentuk bulat polygonal, berisi lemak sebagai cadangan makanan.
v  Fungsi : menyimpan cadangan makanan berupa lemak, sebagai batalan, sebagai isolasi tubuh terhadap suhu luar yang ekstrem/ menjaga tubuh dari kehilangan panas.
v  Di bawah epidermis kulit
v  Sekitar jantung, ginjal, usus
v  Sumsum tulang pipa
v  Sekitar persendian

Ø JARINGAN OTOT
v  Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot.
v  Jaringan otot dapat berkontraksi karena di dalamnya terdapat serabut kontraktil yang disebut myofibril. Miofibril tersusun atas miofilamen atau protein aktin dan protein myosin.
v  Fungsi jaringan otot : melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh.
v  Macam jaringan otot
Macam sel otot
Struktur sel otot
Letak terdapat dan fungsi
1.     Otot polos

-Berbentuk kumparan dengan sitoplasma yang tampak bening karena myofibril/mikrofilamennya  homogen sehingga sel otot tampak polos,tidak lurik.
-Jika mendapat rangsang,reaksinya lambat, gerakan lamban tetapi dapat bekerja dalamjangka waktu yang lama.
-Termasuk otot tak sadar.
-Terdapat pada saluran pencernaan(yang menimbulkan gerak peristaltic usus), pembuluhdarah, dinding rahim, menempel pada pangkal rambut,penyusun otot penggantung lensa mata dll.
-Fungsi: untuk menggerakkan alat-alat dalam dengan gerak terus menerus yang tidak disadari.
2.    Otot rangka/lurik
-Berbentuk silindris ,berdiameter 10-100mikron dan panjang sampai 30cm.
-Membran plasmanya disebut sarkolemma dan sitoplasmanya disebut sarkoplasma.
-Tersusun atas myofibril, setiap myofibril  terdiri atas molekul aktin dan molekul myosin.
-Sepanjang myofibril terdapat garis terang dan gelap,sehingga secara  keseluruhan otot Nampak berwarna lurik.
-Melekat pada tulang/rangka tubuh karena berperan menggerakkan tulang/rangka.
-Bekerja dibawah pengaruh sistem saraf sadar.
-Jika mendapat rangsang cepat bereaksi,kontraksinya kuat, tetapi cepat lelah.
-Fungsi: untuk menggerakkan alat-alat dalam dengan gerak yang disadari.
3.    Otot jantung
-Berbentuk silindris dengan sebuah inti ditengah sel, sel-selnya dapat membentuk percabangan.
-Hubungan antar sel otot dibatasi sarkolemma tebal yang disebut sinsitium, berfungsi sebagai penguat sel otot serta membantu penghantaran rangsang.
-Miofibrilnya berwarna lurik.
-Sebagai penyusun dinding jantung.
-Sel otot jantung dapat berkontraksi sendiri secara beraturan 72 X per menit tanpa rangsangan saraf, karena memiliki sumber rangsang di dalam otot jantung itu sendiri.
-Rangsangan yang datang dari saraf hanya berpengaruh mempercepat atau memperlambat kontraksinya.
-Berkontraksinya sel otot jantung ada dibawah control saraf otonom.
-Kerja otot jantung kuat dan teratur,terus menerus tanpa lelah.

           
Ø
JARINGAN SARAF

v  Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yang bercabang-cabang.
v  Sel-sel saraf mempunyai kemampuan irritabilita (kemampuan sel saraf untuk merespons perubahan lingkungan) dan konduktivitas (kemampuan sel saraf membawa impuls-impuls saraf atau pesan menuju pusat saraf).
v  Sel saraf terdiri atas badan sel saraf yang tersusun atas plasma sel dan inti sel.Pada plasma sel terdapat granula-granula yang berasal dari gumpalan reticulum endoplasma yang disebut badan Nisl
v  Neuron terdiri atas tiga bagian,yaitu :
a.    Dendrit/cabang pendek : Tonjolan badan sel saraf yang berukuran pendek. Fungsinya membawa impuls ke badan sel saraf.
b.    Badan sel saraf yang mengandung inti sel dan neuroplasma.
c.    Neurit/akson : Tonjolan badan sel saraf yang berukuran panjang. Fungsinya membawa impuls meninggalkan badan sel saraf.
Akson diselubungi oleh aksoplasma yang disebut selubung myelin.
v  Kumpulan sel saraf akan membentuk simpul saraf yang disebut ganglion.
v  Berdasarkan fungsinya neuron dibedakan menjadi tiga,yaitu :
a.    Neuron sensorik : menyampaikan rangsang dari reseptor kepada sistem saraf pusat.
b.    Neuron motorik : menyampaikan impuls dari saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respon.
c.    Neuron asosiasi/interneuron : menyampaikan impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.
v  Jaringan saraf berfungsi menghantarkan rangsang dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain.


ORGAN DAN SISTEM ORGAN TUBUH
1.  Organ :
v  Organ adalah kumpulan berbagai macam jaringan yang berinteraksi membentuk suatu struktur yang mampu melaksanakan fungsi tertentu.
v  Sebagai contoh adalah organ usus. Jika usus dipotong melintang maka akan terlihat bagian-bagian yang menyusun usus tersebut.
2.  Sistem Organ :
v  Organ tubuh makhluk hidup sangat jarang yang emiliki fungsi sendiri-sendiri,
Umumnya diantara banyak organ akan bekerja sama dengan menjalankan fungsi yang sama. Interaksi antara berbagai organ akan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi yang sama,inilah yang disebut sistem organ.
v  Contoh sistem percernaan dalam melaksanakan fungsi pencernaan maka melibatkan fungsi berbagai macam organ pencernaan seperti : mulut,korongkongan,lambung,usus halus dll.
v  Sistem organ yang satu dengan sistem organ yang lain bekerja sama untuk melanggsungkan aktivitas suatu individu makhluk hidup.
v  Apabila salah satu organ atau sistem organ terganggu,maka akan mempengaruhi fungsi tubuh keseluruhan yang akan juga terganggu.
v  Makhluk hidup dibangun oleh adanya kesatuan seluruh sistem organ yang dimilikinya.

NO
SISTEM ORGAN
MACAM ORGAN PENYUSUNNYA
FUNGSI SISTEM ORGAN
1.
Kulit
Kulit,rambut,organ lain yang ada di bawah kulit
Pelindung tubuh
2.
Pencernaan
Mulut,kerongkongan,lambung,usus halus,usus besar,kelenjar pencernaan
Mencerna makanan yang siap didistribusikan keseluruh jaringan tubuh
3.
Respirasi
Larink,batang,tenggorokan,paru-paru
Mensuplai oksigen bagi tubuh dan membuang zat sampah berupa gas.
4..
Sirkulasi
Jantung,pembuluh darah,pembuluh getah bening
Transportasi
5.
Ekskresi
Ginjal,hati,kulit,paru-paru
Ekskresi sampah metabolisme
6.
Reproduksi
Gonade(testis/ovarium). Saluran reproduksi (saluran sperma,saluran telur,uterus,vagina)
Fungsi pembiakan seksual
7.
Rangka
Rangka kepala,rangka anggota gerak dan rangka badan
Melindungi dan menguatkan tubuh,tempat pelekatan otot,tempat pembentukan sel darah,alat gerak pasif
8.
Otot
Otot dan tendon
Alat gerak aktif
9.
Saraf
Otak,sumsum tulang belakang,serabut saraf dan simpul saraf
Fungsi koordinasi yaitu mengatur,mengawasi, dan mengendalikan fungsi organ-organ lain melalui kerja saraf yang mampu menerima rangsang serta meneruskan rangsang.
10.
Endokrin
Berbagai macam kelenjar endokrin dalam tubuh
Fungsi koordinasi (bersama-sama saraf) melalui control secara kima serta mengintegrasikan fungsi organ tubuh.

Cell organization in animal body and human from simplest up to complexest:
CELL"TISSUE"ORGAN"ORGAN SYSTEM"ORGANISM BODY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar