Selasa, 06 Maret 2012

Sistem Gerak


CHAPTER 3




THE MOVEMENT SYSTEM
(SISTEM GERAK)


Pendahuluan :
Manusia dan hewan vertebrata mempunyai kemampuan menggerakkan sebagian atau seluruh tubuhnya. Setiap gerakan baik yang kompleks maupun gerakan yang paling sederhanapun, seperti mengedipkan mata , melibatkan kerja berbagai macam jaringan.Kemampuan gerak tersebut disebabkan adanya aktivitas otot, berupa pengerutan/kontraksi dan pengenduran/relaksasi ataupun ataupun kerjasama antara aktivitas sistem otot dan sistem rangka/skeleton. 
ALAT GERAK
A.      SISTEM RANGKA
Ø Fungsi Sistem Rangka
v  Sebagai penyokong tubuh dan pemberi bentuk tubuh.
v  Melindungi organ vital dalam tubuh,misalnya tulang tengkorak yang melindungi otak.
v  Memproduksi sel-sel darah.
v  Menyimpan mineral dan lemak,terutama dalam sumsum kuning.
v  Sebagai alat gerak pasif dan tempat melekatnya otot.
v  Imunologis,karena sumsum tulang membentuk limfosit B yang dapat mensintesis antibody untuk sistem kekebalan tubuh.
Ø Macam Tulang Berdasarkan Struktur dan Matriksnya
a.   TULANG RAWAN (KARTILAGO)
v  Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang menghasikkan matriks berupa kondrin.
v  Kondrin tersusun atas erabut kolagen dan sedikit mengandung kalsium sehingga bersifat lentur.
v  Kondrosit dibentuk oleh kondroblas (pembentuk sel-sel tulang rawan).
v  Jaringan tulang rawan orang dewasa lebih banyak mengandung osteoblas(pembentuk sel-sel tulang) daripada matriksnya.
v  Tulang rawan pada anak-anak terbentuk dari jaringan embrional yang disebut mesenkim.
v  Pada orang dewasa,jaringan tulang rawan berasal dari jaringan selaput tulang rawan (perikondrium). Perikondrium mengandung kondroblas.
v  Berdasarkan bahan pembentuknya, tulang rawan dibedakan menjadi tulang rawan hialin,tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastin.

NO
JENIS TULANG RAWAN
CIRI-CRI
LETAK
FUNGSI
1.
Tulang rawan hialin
Matriks berwarna putih kebiru-biruan,mengkilat,jernih dan homogen .
-Pada persendian tulang.
-Pembuluh bronkus
-Cincin tulang rawan trachea.
-Ujung-ujung tulang rusuk.
-Ujung-ujung tulang panjang
-Berperan  membentuk sebagian besar rangka embrional.
-Memperkuat salutan pernapasan.
-Untuk pergerakan persendian.
-Berperan dalam pertumbuhan tulang panjang.
2.
Tulang rawan fibrosa
Matriksnya berwarna gelap dan keruh, tidak memiliki perikondrium, dan mengandung serabut kolagen.
-Persendian tulang pinggang.
-Cakram antar ruas tulang belakang.
-Simfisis pubis (tulang kemaluan)
-Sebagai penyokong dan proteksi.
3.
Tulang rawan Elastis
Matriks interselularnya berwarna keruh kekuning-kuningan dan mengandung serabut elastin
-Daun telinga.
-Epiglotis.
-Pembuluh Eustachius
-Laring
-Memberikan fleksibelitas dan sokongan.

b.  Tulang Keras (Osteon)
v  Tulang keras tersusun atas  sel-sel tulang (osteosit) yang dibentuk  oleh osteoblas(pembentuk sel-sel tulang).
v  Matriks tulang keras mengandung kolagen dan mineral kalsium karbonat serta kalsium fosfat.
v  Berdasarkan bentuknya,tulang keras ada tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.
1.     Tulang Pipa
·         Tulang pipa berbentuk seperti pipa, yaitu bilat, panjang, dan bagian tengahnya berlubang. Contoh: tulang paha, tulang lengan, tulang betis.
·         Di dalam tulang pipa terdapat sumsum merah yang berperansedagai tempat pembentukan sel-sel darah merah.
·         Tulang panjang terdiri atas tiga bagian, yaitu epifis(ujung-ujung tulang), diafisis(bagian tengah tulang), dan cakra epifisis (diantara epifisis dan diafisis). BAgian cakara epifisi inilah yang mengalami pertumbuhan sehingga tulang dapat memanjang.
2.    Tulang Pipih
·         Tulang pipih berbentuk pipih atau lempengan.
·         Contoh tulang pipih : tulang panggul, tulang belikat, dan tempurung kepala.
3.    Tulang Pendek
·         Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek sehingga sering disebut ruas tulang.
·         Contoh: tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki serta tulang-tulang telapak tangan dan kaki.
Ø KLASIFIKASI RANGKA TUBUH (SKELETON)
1.  RANGKA AKSIAL.
v  Rangka aksial berada di garis pertengahan/sumbu tubuh .
v  Rangka aksial terdiri dari :
a.    Tulang tengkorak
b.    Tulang belakang
c.    Tulang rusuk
d.    Tulang dada.
2.  RANGKA APENDIKULER/RANGKA ANGGOTA
v  Rangka apendikuler merupakan rangka tubuh yang berhubungan dengan pergerakan.
v  Rangka tersebut meliputigelang bahu beserta anggota gerak atas dan anggota gerak bawah.
v  Anggota gerak atas terdiri dari : bahu,tulang lengan, dan telapak tangan.
v  Anggota gerak bawah terdiri dari : pinggul, paha,tungkai, dan telapak kaki.
Ø MACAM-MACAM TULANG PENYUSUN RANGKA/SKELETON MANUSIA.






rangka3.jpg



 Rangka manusia
Keterangan tentang nama tulang penyusun rangka
Nama tulang penyususun
Jumlah tulang
A.      Rangka aksial:
I.         Tengkorak, terdiri atas:
1.  Cranium/ tempurung kepala




2.  Wajah




3.  Osikula/telinga





·      Tulang dahi/frontal
·      Tulang ubun-ubun
·      Tulang pelipis
·      Tulang osipital
·      Tulang baji
·      Tulang ethmoid

*    Mandibula
*    Tulang hidung
*    Lakrinal
*    Vomer
*    Konka inverior
*    Sigomatik
*    Palatum/ langit-langit
*    Maksila


S Tulang martil
S Tulang paron
S Tulang stapes



1
2
2
1
1
1

1
1
2
1
2
2
2
2


2
2
2
II.       Hyoid
§  Hioid

1
III.     Vertebrae/tlg belakang
| Tulang leher/serviks
| Tulang punggung
| Tulang pinggang
| Tulang kelangkang
| Tlang ekor
7
12
5
1
1

IV.      Tulang dada/sternum
Ø Manubrium
Ø Gladiolus
Ø Xifoid
1
1
1

V.        Tulang rususk
v Tlg rususk sejati
v Tlg rusuk palsu
v Tlg rusuk melayang
7 pasang
3 pasang
2 pasang

B.  Rangka apedikular
1.  Rangka anggota atas:


·      Klavikula/selangka
·      Scapula/tlg belikat
·      Humerus/pangkal lengan
·      Ulna/hasta
·      Radius/pengumpil
·      Tlg pergelangan tangan
·      Tlg telapak tangan
·      Jari tangan



S Tulang koksa
S Tlg kemaluan/simfisis pubis terdiri atas illium, iskium dan pubis.

S Femur/ paha
S Patella/lutut
S Fibula/tlg betis
S Tibia/tlg kering
S Tarsal/tlg rumit


S Pergelangan kaki (tediri atas tlg kalkaneus,taus,kuboid,navikular dan kuneiformis
S Metatarsa / telapak kaki
S Falanges / jari kaki



2
2
2
2
2
16 (8 pada setiap tangan)
10
28

2
Masing-masing tlg penyusunnya berjumlah 1

2
2
2
14 (7 pada setiap kaki)

14



10
28




Ø PEMBENTUKAN TULANG
                     Rangka manusia terbentuk pada akhir bulan kedua atau awal bulan ketiga.Pada waktu perkembangan embrio,tulang yang terbentuk mula-mula adalah tulang rawan(kartilago) yang berasal dari jaringan mesenkim(jaringan embrional). Sesudah  kartilago terbentuk,rongga yang ada di dalamnya akan terisi oleh osteoblas.
                     Sel-sel osteoblas terbentuk secara konsentris, yaitu dari dalam keluar. Setiap sel melingkari pembuluh darah dan serabut saraf yang membentuk sistem Havers.
                     Substansi di sekitar tulang disebut matriks tulang, tersusun atas senyawa protein. Selanjutnya terjadi pengisian kapur dan fosfor sehingga matriks tulang menjadi keras.Pengerasan tulang disebut osifikasi.
Osifikasi dibedakan menjadi 2, yaitu:
a.    Osifikasi kondral : pembentukan tulang dari tulang rawan.Terjadi pada tulang pipa dan tulang pendek.
b.    Osifikasidesmal : pembentukan tulang dari membrane jaringan mesenkim.Terjadi pada tulang pipih.

Proses pertumbuhan tulang manusia dimulai sejak janin berusia 8 minggu sampai umur kurang lebih 25tahun, bahkan lebih dari itu masih terjadi pembentukan tulang.Urutan proses pembentukan tulang (osifikasi) sebagai berikut.
a.    Tulang rawan pada embrio mengandung banyak osteoblas, terutama pada bagian tengah epifis dan bagian tengah diafisis, serta pada jaringan ikat pembungkus tulang rawan.
b.    Osteosit terbentuk dari osteoblas, tersusun melingkar membentuk sistem Havers.Ditengah sistem Havers terdapat saluran Havers yang banyak mengandung pembuluh darah dan serabut saraf.
c.    Osteosit mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Setelah mendapat tambahan senyawa kalsium dan fosfat tulang akan mengeras.
d.    Selama terjadi penulangan,bagian epifisdan diafisis membentuk daerah antara yang tidak mengalami pengerasan,disebut cakra epifis.Bagian ini berupa tulang rawan yang mengandung banyak osteoblas.
e.    Bagian cakra epifis terus mengalami penulangan.Penulangan pada bagian ini menyebabkan tulang memanjang.
f.    Di bagian tengah tulang pipa tertdapatosteoblas yang marusak tulang,sehingga tulang menjadi berongga kemudian rongga tersebut terisi oleh sumsum tulang.    
Ø JOINTS/ARTIKULASI/PERSENDIAN
v  Persendian adalah tempat pertemuan antar tulang pada rangka tubuh. Persendian memungkinkan terjadinya pergerakan.
v  Persndian dibedakan menjadi tiga kelompok,yaitu :
a.    Synarthrosis, merupakan jenis sambungan tulang yang kaku dan tidak memungkinkan adanya gerak. Misalnya sambungan antar tulang tengkorak.
Synarthrosis dibedakan menjadi 2,yaitu :
·         Sinfibrosis : Bila penghubungnya berupa jaringan ikat. Misalnya hubungan antar tulang tengkorak.
·         Sinkodrosis : Bila penghubungnya berupa tulang rawan. Misalnya hubungan antar ruas-ruas tulang belakang,tulang rusuk dengan tulang dada.
b.    Simphisis/Amphiarthrosis, merupakan jenis sambungan tulang yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Misalnya sambungan tulang  pada pergelangan tangan dan kaki, hubungan antara tulang rusuk dan tulang belakang dan tulang tulang dada, dan hubungan tulang kemaluan.
c.    Diarthrosis, hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan lebih bebas. Diartrosis memudahkan tulang untuk bergerak karena struktur tertentu dan juga karena adanya bentukbentuk tertentu dari ujung-ujung tulang yang berhubungan yang disebut persendian. Diartrosis memiliki struktur yang terdiri atas bonggol sendi, tulang rawan sendi, dan mangkuk sendi. Mangkuk sendi berisi cairan sendi (minyak sinovial) yang berfungsi sebagai minyak pelumas.
Sendi gerak dapat dibedakan sebagai berikut:
·         Sendi engsel: ujung tulang yang bergerak berbentuk lekukan dan ujung tulang yang lain berbentuk bonggol silindris masuk kedalamlekukan tersebut sehingga berporos satu. Contoh:
-Persendian pada siku,lutut,mata kaki, dan ruas-ruas jari.
·         Sendi peluru:  hubungan dua tulang, yang satu berbentuk mangkuk sendi, sedangkan tulang yang lain berbentuk bonggol yang bersesuaian. Selain itu juga terdapat cairan sendi (sinovial) yang berfungsi sebagai pelumas dan jaringan ikat sendi (ligamen). Sendi peluru merupakan persendian yang dapat bergerak ke segala arah. Misalnya persendian pada lengan atas dengan gelang bahu, tulang paha dengan gelang pinggul.
·         Sendi putar merupakan persendian yang mengakibatkan salah satu tulang dapat berputar terhadap tulang yang lain sebagai poros sendi. Misalnya persendian pada tulang atlas dan tulang pemutar, serta tulang hasta dan tulang pengumpil.
·         Sendi pelana merupakan persendian yang memungkinkan gerakan ke dua arah. Misalnya persendian pada tulang telapak tangan dengan ibu jari.

·         Sendi ovoid/ellips kedua ujung tulang berbentuk oval. Misalnya pada pergelangan tangan.
·         Sendi kaku: ujung-ujung tulang yang membentuk sendi berbentuk rata. Pergerakannya bergeser dan tidak berporos. Contoh: ruas-ruas pada tulang-tulang yang membentuk pergeralan tangan.




Gerakan-gerakan tulang yang ditimbulkan oleh adanya persendian :
·         Gerak meluncur : contoh gerakan-gerakan pada pergelangan kaki atau tangan.
·         Gerak angular,merupakan gerak yang lebih kompleks sehingga dapat memunculkan :
a.    Gerak fleksi: gerak sendi siku pada lengan dan kaki dengan sudut mengecil.
b.    Gerak ekstensi: seperti gerak fleksi tetapi dengan sudut membesar.
c.    Gerak adduksi dan abduksi yaitu gerakan sendi pada bahu dengan posisi lengan mendekati dan menjauhi sumbu tubuh.
·         Gerak memutar, contoh gerak lengan dapat memutar kedepan dan ke belakang atau sebaliknya dengan berporos pada pangkal lengan.
·         Gerak rotasi, yaitu gerak memutari sebuah sumbu sentral tanpa pindah dari sumbu tersebut. Contoh gerak pronasi dan supinasi dimana tulang radius/pengumpil memutari ulna/hasta.









B.        THE MUSCULAR SYSTEM [ SISTEM OTOT ]

PERTANYAAN DAN JAWABAN :
1.      Otot sebagai alat gerak aktif mempunyai 3 karakteristik yaitu :
a.    Kontraktilbilitas, artinya kemampuan otot untuk berkontraksi.
b.    Ekstensibilitas, artinya kemampuan otot untuk ekstensi yaitu memanjang dari ukuran semula / kebalikan dari kontraksi.
c.    Elastisitas, artinya kemampuan otot untuk kembali ke ukuran semula setelah kontraksi dan ekstensi. Pada saat otot kembali ke ukuran semula, otot disebut dalam keadaan relaksasi.
2.     Pelajari struktur bermacam-macam jaringan otot berikut di bawah, bedakan ketiga macam jaringan otot dan isikan dalam tabel berikut :






Perbedaan karakteristik berbagai sel otot
Sel otot polos
Sel otot lurik/seran lintang
Sel otot jantung


a.   Struktur sel otot

Bentuk seperti kumparan dengan kedua ujung sel meruncing, inti sel satu terletak di tengah sel, warna sel otot polos / tidak ada garis gelap & garis terang melintang sel

Bentuk sel panjang silindris, ada garis gelap dan terang melintang sel, inti banyak terletak di pinggir.

Bentuk sel panjang silindris bercabang, inti sel saru terletak di tengah sel, ada garis gelap dan garis terang melintang sel.


b.  Sifat kerja sel otot

Tidak dibawah kehendak, sehingga disebut otot tak sadar / involunter, kontraksinya lambat, tidak mudah lelah.

Dibawah pengaruh kehendak / otot sadar / volunteer, kontraksinya cepat, tidak teratur, dan mudah lelah.

Otot tak sadar / involunter, kontraksinya secara otomatis, teratur, tidak pernah lelah.

c.   Reaksi terhadap rangsang

Lambat

Cepat

Lambat




d.  Pengaruh saraf

Disarafi oleh system saraf otonom.

Disarafi oleh system saraf pusat.

Disarafi oleh system saraf otonom.

3.     Struktur otot rangka :









 












a.    Otot tidak lain adalah daging pada tubuh kita yang merupakan alat gerak aktif kita karena kemampuan otot berkontraksi.
b.    Setiap sel otot rangka tersusun atas serat-serat halus yang disebut myofibril, dan setiap serat halus tersebut terhubung dengan saraf. Kumpulan sel otot membentuk gabungan yang dibungkus oleh jaringan ikat yang membentuk selaput/fasia propria. Gabung otot ini disebut gabung otot tingkat I. Gabung-gabung otot tingkat I berganbung membentuk tingkat II atau membentuk daging yang dibungkus/disatukan oleh selaput/fasia superfisialis. Pada umumnya gabungan otot/daging tersebut berbentuk kumparan dimana bagian tengahnya menggembung disebut ventrikel [ empal otot ], sedangkan kedua ujungnya mengecil disebut tendon [ urat otot] yang bersifat keras/liat karena tersusun atas jaringan ikat fibrosa yang melekatkan otot pada tulang.
c.    Urat otot yang melekat pada tulang yang tidak digerakkan disebut origo, sedang yang melekat pada tulang yang digerakkan disebut insersio.
d.    Berapa jumlah origo otot bisep dan berapa pula jumlah origo otot trisep ? otot bisep memiliki dua origo, sedangkan otot trisep memiliki tiga origo.
e.    Pada tulang apakah insersio otot bisep berlekatan, dan pada tulang apakah insersio otot trisep berlekatan ? Origo bisep berlekatan dengan tulang pengumpil, trisep tendonnya berlekatan dengan tulang hasta.
f.    Otot lurik bekerja menurut kehendak kita/dibawah kendali system saraf pusat oleh karena itu disebut otot sadar / otot volunter.
g.    Secara mikroskopis otot rangka disebut otot lurik atau seran lintang oleh karena adanya garis gelap dan garis terang yang terdapat pada miofibrilnya. Setiap myofibril tersusun atas satuan kontraktil yang disebut sarkomer.
h.    3h.jpgGambar berikut adalah bagan dari sarkomer :








Ø  Garis terang pada myofibril disebut zona H, tersusun atas molekul kontraktil yang disebut aktin.
Ø  Sedang garis gelap disebut zona Z, tersusun atas dua macam molekul kontaktil yaitu aktin dan myosin yang bergabung secara tumpang tindih membentuk senyawa aktomiosin. Senyawa ini merupakan komponen terbesar dari sel otot rangka.
Ø  Pada saat otot berkontraksi maka terjadi perubahan panjang zona H dan zona Z.
4.     Mekanisme kontraksi sel otot rangka :


4.jpg
 









Ø  Kontraksi sel otot terjadi jika rangsang yang berasal dari saraf motorik di dalam sel otot terdapat zat yang sangat peka terhadap rangsang yang disebut asetilkolin. Jika otot terangsang menyebabkan asetilkolin terurai membentuk senyawa-senyawa asetil dan kolin yang merangsang molekul-molekul kontraktil bersenyawa membentuk aktomiosin mengakibatkan sel otot berkontraksi.
Ø  Tahap-tahap kontraksi sel otot :
a.    Rangsang motorik     myofibril        asetilkolin         asetil + kolin
b.    Asetil dan kolin merangsang terbentuknya miogen [protein otot yang bersifat larut] yang merangsang bergabungnya molekul aktin dan myosin.


reaksi.jpg
 
c.    Aktin + myosin                                                             aktomiosin

d.    Terbentuknya aktomiosin menyebabkan zona H hilang, kedua garis Z mendekat yang berarti zona Z memendek, maka sarkomer yang menyusun myofibril menjadi memendek. Akibatnya secara keseluruhan maka sel otot memendek.

Ø  Untuk berkontraksi sel otot membutuhkan energy dan oksigen. Sumber energy sel otot adalah dari senyawa adenosine pospat / ATP dan creatin pospat / CP. Sedangkan oksigen disuplai dari darah yang mengangkut oksigen ke jaringan otot.
Ø  Fase kontraksi otot disertai dengan pemecahan senyawa penghasil energy [ ATP dan keratin pospat ] tanpa melibatkan oksigen sehingga fase kontraksi otot disebut fase anaerob.
Ø  reaksi 2.jpgReaksi pembongkaran energy ATP :



Ø  Pada fase relaksasi [ sel otot kembali pada kedudukan semula ] maka terjadi proses pembentukan kembali molekul ATP. Energy untuk membentuk ATP berasal dari penguraian senyawa glikogen [ gula otot ].

a.jpgYang proses penguraian gula otot disebut glikolisis, bersifat aerob karena menggunakan oksigen, yang prosesnya dapat dituliskan dengan tahap-tahap persamaan reaksi berikut :
a.     
a.    





b.jpg,c.jpg,d.jpg



e.jpg
 
b.      
c.      
d.      

e.      



Ø  Jika terjadi penumpukan asam laktat dalam sel otot akan menimbulkan keadaan lelah / fatique. Jika asam laktat tidak segera digusur atau diubah menjadi senyawa asam piruvat atau dipecah menghasilkan  dan O.
Ø  Jika terjadi penumpukan asam laktat dalam sel otot akibat kontraksi otot yang terus menerus maka terjadilah keadaan tonus yang terus menerus yang disebut tetanus [kram = kejang otot.]

5.     Gambar berikut adalah macam-macam gerak otot :
5.jpg 

a.     Gerak melekukkan lengan disebut gerak fleksi pada gerak ini maka otot yang berkontraksi adalah otot bisep, sedang yang relaksasi adalah otot trisep.
b.     Gerak meluruskan lengan disebut gerak ekstensi. Pada gerak ini maka otot yang berkontraksi adalah otot trisep, sedang yang relaksasi adalah otot bisep.
c.     Gerak menegadahkan tangan atau menelungkupkan tangan disebut gerak otot supinator [untuk gerak supinasi] dan pranator [untuk gerak pronasi].
d.     Gambar di bawah adalah macam-macam gerakan. Apa sebutan otot yang melakukan kerja seperti yang Nampak pada gambar ! Isikan jawaban anda dalam tabel.



Macam gerak
Sebutan untuk otot yang melakukan gerak
1.      Gerak fleksi [membengkokkan]
Otot fleksor
2.     Gerak ekstensi [meluruskan]
Otot ekstensor
3.     5d.jpgGerak adduksi [mendekati]
Otot adductor
4.     Gerak abduksi [menjauhi]
Otot abduktor
5.     Gerak rotasi [memutar]
Otot rotator
6.     Gerak pronasi [menelungkupkan]
Otot pronator
7.     Gerak supinasi [menengadahkan]
Otot supinator
8.     Gerak elevasi [mengangkat]
Otot elevator
9.     Gerak depresi [menurunkan]
Otot depresor
10.   Gerak inversi [kearah dalam]
Otot inversor
11.    Gerak eversi [kearah luar]
Otot eversor





TAMBAHAN KONSEP
v  Otot sebagai alat gerak aktif memiliki 3 karakteristik [sifat dan kemampuan] :
1.     Kontraktilbilitas
Yaitu kemampuan otot untuk memendek, otot menjadi lebih pendek dari ukuran semula jika sedang melakukan kegiatan.
2.    Ekstensibilitas
Yaitu kemampuan otot untuk memanjang, otot menjadi lebih panjang dari ukuran semula.
3.    Elastisitas
Yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.
v  Ada 3 macam jaringan otot :
1.  Otot polos


otot polos.jpg
 








Otot polos tampak tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam sel-sel otot polosnya tersusun melingkar dan lapisan sebelah luar sel-sel otot polosnya tersusun memanjang. Inti sel otot polos berbentuk lonjong dan pada sel otot yang sedang mengkerut intinya tampak melingkar. Miofibril sel otot polos homogen sehingga tidak menampakkan keping gelap dan keping terang.
2. Otot lurik / otot rangka


otot lurik.jpg
 



Serabut otot pada penampang memanjangnya tampak sebagai pita-pita panjang yang tersusun sejajar satu sama lainnya. Intinya berbentuk lonjong, jumlahnya banyak dan terdapat di tepi serabut tepat di bawah sarkolema. Miofibril serabut otot rangka mengandung keping-keping gelap dan terang secara berurutan, dan pada tiap miofibril letaknya pada ketinggian yang sama. Di antara serabut-serabut otot terdapat jaringan ikat kendur yang disebut endomisium.
3.  Otot jantung



 
Otot jantung berbeda dengan otot rangka, karena sel-selnya panjang, bercabang, dan bergabung satu sama lain dengan perantaraan cabangnya sehingga membangun suatu jala. Inti berbentuk lonjong dan berwarna pucat, terletak di tengah-tengah serabut. Serabut otot jantung, bergaris melintang tetapi tidak sejelas otot rangka dan pada tempat-tempat tertentu terdapat keping-keping interkalar.
   
Kumpulan sel2 otot membentuk gabungan yg disebut gabungan otot tingkat I yg dibungkus oleh selaput/fasia disebut fasia propria. Gabung2 otot tingkat I membentuk gabung yg lebih besar disebut gabung tingkat II (daging) yg digabungkan oleh selaput selaput fasia superfisialis. Keseluruhan gabungan tingkat II membentuk gelembung otot/empal/ventrikel yg kedua ujungnya mengecil disebut dengan tendon / urat otot yang tersusun atas jaringan ikat fibrosa.
-  Tendon yg melekat pada tulang yg tidak digerakkan disebut dengan ORIGO.
-  Tendon yg melekat pada tulang yg dapat digerakkan disebut dengan INSERSIO.
Otot bisep memiliki 2 origo, sedangkan otot trisep memiliki 3 origo.
v  Kerja otot yang menimbulkan gerak :
1.     Kerja sinergis : kerja yang saling mendukung untuk tujuan yang sama.
Misal : otot pronator teres dan otot pronator kuadratus. Keduanya bekerja sama untuk melakukan gerak pronasi / supinasi.
2.    Kerja antagonis : sifat kerja yang berlawanan.
Contoh : kerja otot bisep dan trisep. [ Saat otot bisep berkontraksi, maka otot trisep relaksasi dan sebaliknya ].
v  Pada saat otot berkontraksi terjadi perubahan :
a.   Zona H : Garis terang
Miofilamen bergeser dan bergabung secara tumpang tindih membentuk senyawa aktomiosin. Dengan terbentuknya aktomiosin menyebabkan zona H hilang dank e 2 garis Z mendekat / memendek, maka sarkomer yang menyusun myofibril menjadi memendek. Akibatnya secara keseluruhan maka sel otot memendek (kurang lebih ukuran otot 20% berkurang dari ukuran semula)
b.  Zona Z : Garis Gelap
v  Tahap-tahap / fase dalam kontraksi otot :
               I.      Fase kontraksi
a.    Rangsang mototrik sampai ke myofibril menyebabkan senyawa asetilkolin terurai menjadi senyawa asetil dan kolin.
b.    Senyawa asetil dan kolin merangsang terbentuknya miogen yaitu protein otot yang bersifat larut.
c.    Molekul aktin dan myosin bergabung membentuk molekul aktomiosin dengan menggunakan energy yang berasal dari penguraian ATP.

GANGGUAN PADA SISTEM ALAT GERAK
·         Arthritis ekudatif : radang sendi akibat infeksi kuman.
·         Arthritis sika: berkurangnya minyak synovial/minyak sendi menyebabkan persendian mongering.
·         Nekrosis: kerusakan periostium/selaput tulang sehingga tulang menjadi mati dan mongering.
·         Fisura: retak tulang.
·         Fraktura: patah tulang.
·         Rheumatoid: penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.
·         Osteoarthritis: penyakit kemunduran sendi akibat degenerasi /menipisnya tulang rawan sendi.
·         Gout arthritis: gangguan persendian akibat kegagalan metabolisme asam urat.
·         Ankilosis: persendian tidak bisa digerakkan.
·         Dislokasi: sobek/tertariknya ligament sehingga sendi bergeser.
·         Rakhitis : keadaan tulang abnormal karena kekurangan vitamin D.
·         Mikrosephalus: keadaan tengkorak kecil dari ukuran normal akibat kekurangan kalsium saat pertumbuhan dan perkembangan embrional.
·         Hydrosephalus/megasephalus: kepala membesar.
·         Skoliosis: kondisi tulang belakang melengkung ke kanan atau ke kiri.
·         Lordosis: kondisi tulang belakang melengkung ke belakang.
·         Kifosis: kondisi tulang belakang melengkung ke depan/bungkuk.
·         Miastenia  gravis : otot melemah sehingga menyebabkan kelumpuhan.
·         Atropi otot: mengecilnya otot akibat menurunnya fungsi otot(otot mengecil) leadaan sebaliknya adalah hiperfungsi otot sehingga menyebabkan pertumbuhan otot membesar.Nampak pada binaragawan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar