Jumat, 20 Januari 2012

Percobaan Difusi Osmosis


PERCOBAAN OSMOSIS
[LKS 1.3/BIO/SK1-K.D1.3/SEM 1/ Grade XI/SMAS’T]
KEGIATAN DILAKUKAN OLEH KELAS           : XI IPA 5
HARI/TANGGAL KEGIATAN                   :
KOMPETENSI DASAR                               : 1.3 TRANSPORT LEWAT MEMBRAN

                               I.            Tujuan Percobaan
Memahami proses osmosis
                            II.            Alat dan Bahan :
A.    Alat :
·         Neraca 3 lengan
·         Gelas kimia
·         Pelubang gabus
·         Pisau
·         Alat pengaduk
·         Mistar
·         Pipet
B.     Bahan :
·         Umbi kentang, dibuat silinder dengan ukuran sama
 12092011635.jpg











·         Air suling (aquadestilata)
 12092011620.jpg










·         Air PAM

 12092011619.jpg









·         Larutan garam dapur (konsentrasi 5% ; 10% ; 15%)
 12092011615.jpg12092011613.jpg12092011616.jpg






·         Kertas hisap
 

·         Kertas label
                         III.            Variable yang digunakan dalam percobaan serta Definisi Operasional Variabel(DOV)
Macam Variabel
DOV (Definisi Operasional Variabel)
1.      Variabel manipulasi :
Konsentrasi larutan perendam
Konsentrasi larutan perendam dibuat tidak sama.
I.                   Air suling
II.                Air PAM
III.             Larutan garam dapur/NaCl 5%
IV.             Larutan NaCl 10%
V.                Larutan NaCl 15%
2.      Variabel respons :
a)      Kondisi fisik silinder kentang setelah akhir percobaan
b)      Berat akhir silinder kentang
a)      Kondisi fisik silinder kentang setelah direndam dalam jangka waktu tertentu dibandingkan dengan kondisi fisik silinder kentang sebelum perendaman.
b)      Berat akhir silinder kentang setelah proses perendaman dalam jangka waktu tertentu, dibandingkan dengan berat awal sebelum proses perendaman.

3.      Variabel control :
a)      Ukuran silinder kentang
b)      Berat silinder kentang
c)      Lama waktu proses perendaman

a)       Ukuran panjang 2 cm dengan garis tengah 1,00cm
b)      Berat silinder kentang 1,4 cm
c)      Lama waktu perendaman :
60 menit

                         IV.            Langkah Kerja :
1.      Membuat larutan NaCl masing-masing 5% ; 10% ; 15% dengan langkah menimbang garam dapur 5 gram, 10 gram, 15 gram untuk kemudian dilarutkan dengan air suling sampai volume 100cc.
2.      Menyiapkan membuat silinder kentang sebanyak 5 dengan ukuran diameter, panjang, dan berat yang sama.
3.      Menyiapkan dan memberi label gelas kimia dengan label A,B,C,D,E..
Label A Aquades/air suling
Label B air PAM
Label C Larutan NaCl 5%
Label D Larutan NaCl 10%
Label E Larutan NaCl 15%
4.      Ke 5 silinder kentang dimasukkan ke gelas kimia 1-5 dalam waktu yang bersamaan.
5.      Menunggu proses perendaman selama 60 menit.
6.      Setelah 60 menit proses perendaman silinder kentang di masing-masing perendaman diambil dalam waktu bersamaan.
7.      Tiriskan pada kertas hisap.
8.      Lalu masing-masing silinder ditimbang dan diselidiki/ditinjau keadaan fisiknya.
                            V.            Pengumpulan Data :
A.    Data otentik percobaan Difusi-Osmosis

Data yang diambil :
1. Keadaan fisik silinder kentang.
2. Berat silinder kentang
Tempat perendaman silinder kentang dengan konsentrasi :
A.  Air suling
B.  Air
PAM
C.     NACl
5%

D.  NaCl
10%
E.     NaCl
           15%
1.      Fisik awal percobaan
a)      Awal
b)      Akhir
Keterangan keadaan fisik silinder kentang pada akhir percobaan
Cukup keras
Cukup keras
Cukup keras
Cukup keras
Cukup keras
Sangat keras
Keras
Agak lembek
Lembek
Sangat lembek
Keadaan fisik silinder kentang setelah proses perendaman berubah dari keadaan fisik pada awal percobaan sebelum proses perendaman
2.      Berat pada percobaan :
a)      Akhir
b)      Awal
Keterangan tentang perubahan berat silinder kentang setelah proses perendaman
1,58 gr
1,50 gr
1,04 gr
0,99 gr
0,90 gr
1,40 gr
1,40 gr
1,40 gr
1,40 gr
1,40 gr
Berat bertambah 0,18 gr
Berat bertambah 0,10 gr
Berat berkurang 0,36 gr
Berat berkurang 0,41 gr
Berat berkurang 0,50 gr








B.     Data otentik Plasmolisis

Gambar tentang Keadaan sel pada media larutan :
Deskripsi tentang lama waktu terjadi perubahan keadaan sel
Air (Belum terjadi plasmolisis)
Larutan NaCl 15% (terjadi plasmolisis)
Lama waktu terjadinya plasmolisis awal
Lama waktu terjadinya plasmolisis penuh
5 detik, warna pigmen sebagian selaput plasma mulai lepas dari dinding sel.
35 detik, seluruh bagian selaput plasma telah lepas dari seluruh bagian dinding sel, warna pigmen semakin gelap.


                         VI.            ANALISA DATA :
A.    LANDASAN TEORI
Pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya terjadi karena adanya mekanisme transport zat melaui membrane sel yang berlangsung secara difusi,osmosis, transport aktif. Terdapat juga mekanisme transport yang berupa endositosis dan eksositosis.
Ø  Difusi adalah proses pergerakan pertikel partikel (molekul/ion) suatu zat dari larutan yang konsentrasi tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah.
Ø  Osmosis merupakan difusi pelarut lewat membran semipermeabel.
Pelarut yang bersifat universal adalah air, sedangkan membran  semipermeabel atau selektif permeabel adalah membran yang hanya dapat dilalui oleh molekul tertertu.Jadi osmosis adalah difusi air dari daerah yang berkonsentrasi rendah/hipotonik ke daerah yang berkonsentrasi tinggi/hipertonik melalui membrane semipermeabel.
Ø  Transport aktif adalah transport ion melalui membran semipermiabel dengan bantuan energy.
Ø  Disamping itu juga terdapat system transport terpadu yaitu melaui transport aktif dan difusi terfasilitasi.Contoh system transport terpadu adalah penggandengan glukosa dari epithelium usus halus ke darah. Adanya system penggandengan glukosa di epithelium usus halus maka memungkinkan glukosa ditranspor dari usus halus ke darah melalui sel.
Ø  Peristiwa osmosis terjadi dalam sel. Apabila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk sel. Hal ini menyebabkan tekanan osmosis menjadi tinggi. Keadaan yang demikian dapat memecahkan sel (lisis). Jadi, lisis adalah hancurnya sel karena rusaknya atau robeknya membran plasma. Sebaliknya, apabila konsentrasi larutan di luar sel labih tinggi, air dalam sel akan keluar. Keluarnya air dalam sel pada sel hewan akan menyebabkan pengerutan sel yang disebut krenasi dan pada tumbuhan akan menyebabkan terlepasnya membran dari dinding sel yang disebut plasmolisis.

B.     KAJIAN DATA
1.      KAJIAN DATA KEADAAN FISIK SILINDER KENTANG DAN BERAT SILINDER KENTANG.

Proses perendaman pada larutan dengan konsentrasi
Kondisi silinder kentang pada akhir percobaan :
Analisa/kajian data
Perubahan keadaan fisik
Perubahan berat
A.    Air suling (aquadestilata)
Menjadi sangat keras
Berat bertambah 0,18 gr
Menjadi sangat kerasnya keadaan fisik silinder kentang oleh akibat masuknya molekul-molekul air suling ke dalam sel-sel kentang melalui membrane sel kentang. Ini menunjukkan bahwa air suling bersifat lebih encer(hipotonis) terhadap air sel kentang
B.     Air PAM
Menjadi keras
Berat bertambah 0,10 gr
Menjadi keras disebabkan oleh masuknya molekul-molekul air secara osmosis dari larutan perendam berupa air PAM ke dalam sel-sel kentang melalui membran sel kentang.Ini menunjukkan bahwa air PAM bersifat lebih encer(hipotonis) terhadap air sel kentang.
C.     Larutan NaCl 5%
Menjadi agak lembek
Berat berkurang 0,36 gr
Menjadi lembeknya(agak lembek) silinder kentang oleh akibat terserapnya air sel kentang oleh larutan perendam (larutan NaCl 5%).Ini menunjukkan bahwa :
1)      Molekul-molekul air sel mengalami osmosis keluar sel melintasi membrane sel kentang.
2)      Larutan NaCl 5% bersifat lebih pekat (hipertonis).
D.    Larutan NaCl 10%
Menjadi lembek
Berat berkurang 0,41 gr
Menjadi lembeknya silinder kentang akibat terserapnya air sel kentang oleh larutan perendam (Larutan NaCl 10%).Ini menunjukkan :
1)      Molekul-molekul air sel mengalami osmosis keluar dari sel melintasi membrane sel kentang.
2)      Larutan NaCl bersifat lebih pekat (hipertonis) terhadap air sel kentang.
E.     Larutan NaCl 15%
Menjadi sangat lembek
Berat berkurang 0,50 gr
Menjadi lembeknya (sangat lembek) silinder kentang akibat terserapnya air sel kentang oleh larutan larutan perendam (NaCl 15%).Ini menunjukkan:
1)      Molekul-molekul air sel mengalami osmosis keluar dari sel melintasi membrane sel kentang
2)      LArutan NaCl 15% bersifat lebih pekat(hipertonis) terhadap air sel kentang.


2.      KAJIAN DATA PLASMOLISIS
Gambar tentang keadaan sel pada media larutan
DESKRIPSI/ANALISA TENTANG
Air (belum terjadi plasmolisis)
Larutan NaCl 15% (terjadi plasmolisis)
Penyebab terlepasnya membrane sel dari dinding selnya
Kapan terjadinya plasmolisis penuh
Disebabkan oleh keluarnya air sel dari sitoplasma ke luar sel. Hal ini menyebabkan volume sitoplasma mengecil.Akibatnyamembran sel terlepas dari dinding sel.
Saat seluruh bagian dari membrane sel telah terlepas dari dinding sel


                      VII.            KESIMPULAN :
1.      Peristiwa difusi terjadi terhadap molekul-molekul zat terlarut dari konsentrasi larutan yang bersifat hipertonis menuju ke larutan yang bersifat hipotonis dengan melalui atau tanpa melalui merman sel.
2.      Peristiwa osmosis terjadi terhadap pelarutan yang umumnya berupa air dari konsentrasi yang bersifat hipotonis menuju ke larutan yang bersifat hipertonis melalui membrane sel yang bersifat semipermiabel.
3.      Melalui percobaan dapat dibuktikan:
a.       Adanya perubahan kondisi fisik silinder kentang menunjukkan adanya peristiwa osmosis.
b.      Adanya perubahan berat silinder kentang menunjukkan adanya peristiwa difusi.
4.      Peristiwa plasmolisis pada sel tumbuhan terjadi jika keluarnya air dalam sitoplasma ke luar sel yang menyebabkan volume sitoplasma mengecil sehingga membran sel menjadi lepas dari dinding selnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar